Melonguane, Exploresulut.com – Banyak orang tahu Welly Titah atau akrab disapa ko poka sebagai pengusaha sukses.
Tetapi sangat sedikit yang tahu kepribadian dan keseharian yang dilewati terlebih saat mencalonkan diri sebagai Bupati Talaud untuk kedua kalinya tahun ini. Bahkan jurnalis pernah menyarankan beliau untuk memajukan anaknya sebagai calon bupati menggantikan dirinya tetapi dengan santun dan sederhana ia menjawab.
“Tidak, ia masih muda masih belum siap menghadapi tekanan dan kerasnya cobaan dan kesulitan dalam pencalonan,” ungkap Titah saat itu.
Kini usai debat pertama publik banyak masyarakat menilai kulit luarnya, bagaimana Welly Titah terlihat grogi dalam penampilannya sehingga dinilai kurang mengerti persoalan.
“Saya tidak biasa berdebat. Tetapi saya sangat memahami setiap persoalan yang muncul ketika debat sekalipun memang ada salah-salah pengucapan tapi saya rasa itu bukanlah hal yang penting,” ujar Titah.
” Tapi bagi saya lebih baik tindakan nyata yang saat ini dibutuhkan masyarakat untuk menjawab dan mengatasi setiap persoalan yang mereka hadapi dibanding jago merangkai kata pada akhirnya semua kosong,” ungkapnya.
Sebelumnya dalam kampanyenya di Kecamatan Tampann’amma ko poka sapaan akrabnya mengungkapkan kepribadiannya yang sebenarnya kepada massa yang hadir saat itu kurang lebih 2000 orang yang hadir.
“Saya sebenarnya sudah tidak ingin maju. Tapi melihat kondisi masyarakat saat ini yang tidak meningkat dan tidak lebih baik dari sebelumnya panggilan hati dan jiwa memanggil dan mengingatkan saya lagi untuk berbuat bagi masyarakat. Maka saya maju dan banyak ucapan, kata dan kalimat yang orang bilang kepada saya bahkan yang mo Paka di testapun ada itu bekeng panas talinga anak-anak kalau kita so biasa, tapi panggilan untuk berbuat lebih bagi masyarakat menguat maka saya maju dan saya mengajak kita semua mari kita menangkan pertarungan ini untuk melahirkan pemimpin yang mampu berbuat untuk rakyat,” ujarnya.
Biasanya hal yang terjadi adalah saat terpilih, bupati yang terpilih langsung sibuk memikirkan bagaimana caranya dia mengembalikan apa yang sudah dia investasikan selama berkampanye, yang membuat kepemimpinan dan jalannya pemerintahan daerah menjadi tidak jelas arahnya namun Titah mengungkapkan hal yang berbeda.
“Kita so selesai dengan persoalan itu. Kita so bacirita dengan istri dan anak kemudian kita punya so Kase sandiri. Skarang Torang berkampanye ria, Torang sanang-sanang dan menangkan pertarungan untuk menghadirkan pemimpin yang baik, jujur dan tulus berbuat untuk rakyat. Karena kita nyanda utang doi pa siapapun jadi mari Torang menang bersama pasangan WT-AGB di pilkada 2024,” tukasnya. (Onal)







