Wenshi Sofyan Yosadi : Cap Go Meh adalah Perayaan Agama

Manado, Exploresulut.com – Anggota Dewan Pakar Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Ws (Wenshi) Sofyan Jimmy Yosadi mengatakan bahwa perayaan Cap Go Meh merupakan ritual keagamaan yang memiliki kaidah yang diatur oleh agama Kong Hu Cu.

Cap Go Meh di Kota Manado sebagai puncak perayaan Imlek 2574 dalam penanggalan China sudah berlangsung ratusan tahun.

Menurut penuturan Ws Yosadi sejak kedatangan etnis Tionghoa (China) di Manado dan mengalami perkembangan dengan hadirnya Pecinan tradisi Cap Go Meh kemudian dalam perjalanannya telah menjadi milik bersama masyarakat Manado. Seperti misalnya sebutan Ence Pia terhadap orang yang menaiki tandu, dijelaskannya bahwa sebenarnya Ence Pia merupakan nama orang pertama yang baik tandu di awal Cap Go Meh berlangsung yang kemudian berkembang dan akhirnya menjadi sebutan yang lazim setiap kali perayaan Cap Go Meh di Kota Manado.

“Dalam perjalanannya perayaan Cap Go Meh telah melewati dan melalui proses akulturasi budaya antara budaya Tionghoa dengan budaya Minahasa, Sanger, Bantik dan Bolmong juga proses perkawinan yang terjadi membuat proses akulturasi itu terjadi kemudian perayaan Cap Go Meh berubah sedemikian rupa tetapi yang sangat penting disini ialah tidak adanya sikap dan makna intoleran di setiap perayaannya. Dan dari sisi ini saya berpendapat wajar saja bilamana perayaan Cap Go Meh telah menjadi selebrasi budaya yang diterima dan menjadi kearifan budaya lokal. Namun yang penting dipahami adalah bahwa perayaan ini merupakan ritual keagamaan yang memiliki makna dan arti serta tujuan keagamaan yang konkrit dan hakiki bagi para pemeluknya,” ujar Ws Yosadi saat berbincang di klenteng Kong Zi Miao Manado, Senin (23/1) siang.

Dijelaskan Yosadi bahwa sebagai puncak perayaan Tahun Baru Imlek, umat Kong Hu Cu dalam perjalanan ke depannya harus lebih banyak melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, yang pada akhirnya akan membuat banyak orang semakin paham, bahwa Imlek dan puncaknya Cap Go Meh adalah ritual keagamaan pemeluk agama Kong Hu Cu.

“Sebab di Republik ini libur bersama hanya di kenal dengan yang namanya hari-hari besar nasional dan hari raya keagamaan. Sehingga diperlukan edukasi lewat berbagai saluran yang ada agar banyak pihak dapat memahami bahwa Imlek dan Cap Go Meh adalah upacara keagamaan umat Kong Hu Cu,” ucap Yosadi. (Denny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *