Menko Pangan Buka World Coconut Day di Manado yang Diikuti 21 Negara

Manado47 Dilihat

MANADO- Iven internasional bertajuk peringatan World Coconut Day atau Hari Kelapa Sedunia secara resmi dibuka Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Republik Indonesia (RI), Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM di Marriott Hotel, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026).

Menariknya, iven bergengsi ini diikuti 21 Negara dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan tokoh penting, antara lain Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, SE bersama istri, Anik Selvanus, Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, SH, MH bersama istri, Merry Kalalo SH,MH. Turut hadir pula unsur Forkopimda Sulawesi Utara, para Bupati dan Walikota se-Sulut, Director General International Coconut Community (ICC) Dr. Jelfina Allow, Ketua Panitia Jimmy Ringkuangan, delegasi dari 21 negara, akademisi, serta berbagai undangan dari beberapa perusahaan.

Zulkifli Hasan dalam sambutannya, mengakui kehadirannya di Kota Manado merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menempatkan kelapa sebagai komoditas yang sangat strategis dan memiliki nilai tambah tinggi.

Dijelaskan pula, pengembangan perkebunan dan hilirisasi produk kelapa kini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo. Topik ini secara konsisten menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden, mencakup aspek dari hulu hingga hilir.

“Kelapa ini akan menjadi salah satu komoditas utama yang harus kita kembangkan. Sebagaimana diketahui, nilai ekonomi kelapa sekarang ini lebih tinggi dari perkebunan yang lain. Bahkan, teman-teman dari kalangan penghasil sawit pun mengakui bahwa kelapa saat ini lebih menguntungkan dan jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan komoditas perkebunan lainnya,” tukas Zulhas, sapaan akrab Menko Pangan.

Atas nama pemerintah Indonesia, Zulhas menyampaikann selamat datang kepada para delegasi negara anggota International Coconut Community (ICC) serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada ICC atas penyelenggaraan World Coconut Day tahun 2026 ini di Indonesia.

Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pertanian dan pangan dikukuhkan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Kementerian Koordinator Bidang Pangan hadir untuk mengoordinasikan hal ini, mengingat sejarah ketergantungan sektor pangan Indonesia terhadap impor selama puluhan tahun, terutama dalam 30 tahun terakhir.

“Kami impor beras 4,5 juta ton per tahun, gandum 13 juta ton per tahun, gula 6 juta ton per tahun, kedelai hampir 4 juta ton per tahun, dan garam hampir 4 juta ton per tahun. Hampir semua sektor pangan kita impor, termasuk sapi 1 juta ekor per tahun ditambah 200 ribu ton daging beku,” jelas Zulhas.

Oleh karena itu, ia menegaskan prinsip bahwa tidak ada negara yang maju tanpa swasembada pangan. Inilah yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Ia optimistis karena pemerintah telah berhasil menghentikan impor untuk 8 komoditas, antara lain padi, beras, jagung, telur ayam, cabai, dan beberapa komoditas lainnya.

Selain itu, pada tahun ini pemerintah juga akan fokus masuk ke sektor perikanan dengan target besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir, mengingat wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah lautan.

Menutup sambutannya, Zulhas menyampaikan bahwa sektor perkebunan kini menjadi perhatian langsung Presiden untuk dikembangkan secara lebih merata. Jika selama ini pengembangan lebih banyak difokuskan pada perkebunan besar, maka di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, pengembangan dimulai dari perkebunan rakyat. Komoditas seperti kelapa, kopi, cokelat, dan cengkeh kini ditetapkan sebagai produk unggulan dalam ekosistem perkebunan rakyat.

Peringatan World Coconut Day tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempercepat hilirisasi dan peningkatan nilai ekonomi kelapa Indonesia di pasar global. (yanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *