TALAUD, Exploresulut.com – Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA) bersiap memasuki babak baru dengan akan dilangsungkannya Sidang Lengkap Majelis Sinode (SLMS) ke VI di jemaat Bukit Sion Essang, Wilayah 03 Essang pada 24-28 Oktober mendatang.
Adapun Agenda SMLS ialah :
1. Evaluasi terhadap karya & kehidupan GERMITA 5 tahun terakhir yakni tahun 2017-2022.
2. Pembahasan/penetapan program pelayanan periode 2022-2027, juga khusus yang dilaksanakan 2023
3. Pemilihan Pimpinan & perangkat Sinode periode 2022-2027.
Disampaikan Ketua Sinode Pdt Dr Arnold A Abbas bahwa SMLS kali ini menjadi sebuah hal yang menarik karena akan beralaskan atau berdasar pada Tata Gerej 2021 yang banyak melakukan pembaharuan terhadap sistem keyatalayanan dan praktek pelayanan.
“Sidang kali ini memasuki sebuah dimensi yang baru karena berdasarkan pada Tata Gereja 2021 sehingga memunculkan banyak hal yang makin meningkatkan peranan para pelayan maupun unsur pelayanan yang ada di GERMITA sesuai dengan arah yang digariskan oleh Tata Gereja 2021,” jelas Pdt Abbas, Senin (17/10) di sela-sela keberangkatan kembali ke Talaud setelah melaksanakan agenda pelayanan di Manado.
Peserta diperkirakan sekitar 700an orang terdiri dari peserta yang punya hak suara(primus) 428 org dan peninjau serta undangan.
Tentu acara SMLS ini tak luput dari perhatian dunia politik karena besarnya potensi umat GERMITA yang mencapai 80 persen jumlah penduduk dan pemilih yang ada di Talaud sehingga tak pelak, agenda SMLS menjadi perbincangan hangat di berbagai ruang publik yang ada di Talaud.
Mengingat pemanggilan (pemilihan) di tingkat jemaat banyak kandidat yang dijagokan langsung tergusur sehingga meninggalkan calon yang dianggap jemaat (melalui Para pelayan khusus) layak untuk menjabat sebagai pucuk pimpinan Sinode.
Menurut Pdt Abbas, hal ini dimaklumi namun seluruh peserta sudah meyakini bahwa agenda SLMS kali ini akan jauh dari perasaan dan kepentingan politik manapun oleh karena yang dikedepankan adalah semangat dan kerja pelayanan di tengah-tengah umat.
“Buat seluruh peserta semoga dapat mempersiapkan diri dengan baik sampai hari pelaksanaannya dan semoga kita bertemu di Essang nanti dalam persidangan yang rukun dan damai demi kemuliaan nama Tuhan selaku kepala gereja,” pungkas Pdt Abbas. (Denny)








