Masalah Tarkam, Sajam Hingga Miras Jadi Perhatian Pemkot dan Tokoh Agama

Manado46 Dilihat

Manado- Masalah tawuran antar kampung (Tarkam), senjata tajam (sajam) dan konsumsi minuman keras (miras) masih menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota Manado dan Tokoh Masyarakat.

Masalah ini terungkap dalam Tatap Muka Triwulan III Pemerintah Kota Manado bersama Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado dan pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado, di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis (10/9/2026).

Sinergitas Pemkot Manado dengan tokoh-tokoh agama dalam menjaga kerukunan sekaligus menghadapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara pemerintah dan para tokoh agama, sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, toleransi dan kehidupan sosial masyarakat Kota Manado.

Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt. Juddy Tunari, M.Teol, dalam sambutannya mengatakan, pertemuan bersama para tokoh agama ini telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2026.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap para rohaniwan, termasuk program insentif rohaniwan, dapat terus berjalan.

“Sebagai laporan kepada Pak Wali Kota Andrei Angouw, pertemuan ini adalah pertemuan ketiga di tahun 2026. Kami berharap perhatian pemerintah dengan insentif rohaniwan agar terus berjalan,” ujar Tunari.

Ia juga menyampaikan sejumlah kegiatan BKSAUA yang telah dilaksanakan, termasuk kegiatan dalam momentum pengucapan syukur di bulan Agustus berupa Takbir Akbar, ibadah KKR dan doa bersama di Taman Berkat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga toleransi antarumat beragama di Kota Manado.

“Kita tetap menjaga dan melakukan fungsi kita sebagai tokoh agama, serta terus menjaga toleransi di Kota Manado,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kota Manado dan para tokoh agama.

Angouw menegaskan, hubungan pemerintah dengan kehidupan keagamaan memiliki dasar yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Negara kita negara berketuhanan. Sesuai konstitusi mengatakan demikian, masyarakat harus beragama. Hubungan yang konstitusional itu hubungan kita,” tegas Angouw.

Ia kemudian menggambarkan hubungan pemerintah dan tokoh agama sebagai sebuah kesatuan dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Kita satu kapal, satu tujuan. Melayani dan membina jemaat, masyarakat adalah jemaat dan jemaat adalah masyarakat,” ujar Angouw.

Menurutnya, negara dan pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Karena itu, peran tokoh agama dinilai sangat penting untuk membantu pemerintah dalam membina kehidupan sosial masyarakat di wilayah masing-masing.

Angouw juga meminta para tokoh agama untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah di tingkat kelurahan, khususnya dengan ketua-ketua lingkungan.

Ia menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari tawuran antar kampung (tarkam), penggunaan senjata tajam (sajam), hingga persoalan konsumsi minuman keras.

“Masalah sosial kita ada yang tarkam, sajam, mabuk. Kita identifikasi. Saya harap kita bersama aparat harus ada koordinasi di wilayah masing-masing,” kata Angouw.

Bagi Angouw, penanganan persoalan sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama yang memiliki kedekatan langsung dengan warga.

Selain persoalan sosial, Angouw turut menyinggung kondisi perekonomian Kota Manado. Ia menyebut perputaran uang di Manado masih cukup baik berdasarkan data statistik.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Manado masih menjadi daerah yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat dari berbagai daerah.

“Di Manado ini harus rajin, jangan malas, jangan gengsi. Karena banyak masyarakat luar mencari uang di Manado. Artinya, mereka masih mendapatkan keuntungan,” ajak Wali Kota.

Ia menekankan, tingginya perputaran ekonomi harus terus didukung dengan iklim kota yang aman dan nyaman.

“Kota harus menjanjikan. Perputaran uang tinggi, PDRB harus tinggi. Investasi bagus, wisata banyak, makanya harus nyaman,” imbau Wali Kota.

Angouw menilai, semakin tinggi aktivitas ekonomi dan investasi, maka semakin banyak pula kesempatan yang terbuka bagi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Manado untuk tidak hanya menunggu peluang, tetapi mampu menangkap dan menciptakan peluang melalui kerja keras dan kreativitas.

“Uang berputar banyak, kesempatan terbuka, tapi mesti rajin dan kreatif,” pintanya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel dan Asisten I Setda Kota Manado, Julises Ohlers, Kabag Kesra Manado, Telly Pinasang, bersama para pimpinan rumah ibadah dan tokoh agama se-Kota Manado. (yanes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *