Resiko Kebakaran Tinggi, PB PERISAI Desak Pemkot Bitung Pengadaan APAR Disetiap Rumah

Bitung, Exploresulut.com – Tingginya resiko kebakaran di Kota Bitung selang waktu Tahun 2025 lalu hingga awal Tahun 2026 ini, cukup tinggi. Buktinya, dari data yang ada, sepanjang Tahun 2025, telah terjadi kebakaran sekitar 70 kejadian.

Hal ini mendapat perhatian khusus dari Pengurus Besar (PB) PERISAI Kota Bitung. Menurut Ketua Umum PB PERISAI Robby Reki Asia, mencermati kondisi tingginya resiko terjadinya kebakaran ini, sudah saatnya Pemerintah Kota Bitung harus segera mengambil langkah untuk mengatasi hal ini.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah Bitung. Karena, sudah banyak menimbulkan korban dan kerugian di masyarakat,” tegasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, pihak PB PERISAI mendesak Pemkot BitungĀ  harus mengantisipasi sering terjadinya kebakaran di tengah masyarakat. Agar supaya kejadian kebakaran dapat diatasi sejak dini.

“Untuk itu, di awal Tahun 2026 ini, kami akan mendesak dan meminta agar pemerintah dapat mengadakan <span;>APAR (Alat Pemadam Api Ringan) untuk semua rumah dan fasilitas umum yang ada di kota ini,” jelas Reki Asia.

Dengan demikian, jelas Reki, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran sejak dini dan secara mandiri, dengan memiliki fasilitas alat pemadam APAR di rumahnya.

“Kalau hanya mengharapkan fasilitas Mobil Kebakaran milik pemerintah atau milik swasta, ini tidak akan mampu. Sebab, di wilayah-wilayah tertentu, seperti di kawasan padat pemukiman, tidak dapat dijangkau oleh petugas Damkar, karena jalan yang sempit,” ungkapnya.

Selain itu, pihak PB PERISAI juga akan membentuk Komunitas Peduli Api sebagai bagian dari organisasi ini, yang akan mengawasi dan membantu pemerintah dalam mengantisipasi resiko kebakaran di Kota Bitung.

“Tugas dan Fungsi Komunitas Peduli Api ini, adalah untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan terkait penanganan kebakaran sejak dini di masyarakat. Dengan demikian, tingginya resiko kebakaran yang ada sekarang bisa ditekan,” tambah Reki Asia.(RR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *