MANADO, Exploresulut.com – Pengurus Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Sulawesi Utara (AIPI Sulut) periode 2022-2027 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat AIPI Dr. Alfitra Salam di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Rabu (26/10/2022). Drs Steven O.E Kandouw kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Musca).
Dalam Musca AIPI Sulut yang dipimpin Dr Ferry Liando perwakilan Pengurus Pusat, Prof Dr William Areros dan Dr Jhony Lengkong dari perwakilan Pengurus Cabang juga menetapkan Boy Paparang sebagai Kepala Sekretariat Kantor AIPI, dan Novita Lumintang sebagai Bendahara.
Pj Sekdaprov Dr Praseno Hadi mewakili Pemerintah Provinsi nampak hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Pengurus dan anggota AIPI Sulut juga hadir. Dalam Musca AIPI ini ikut mendengarkan laporan dan pengesahan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2017-2022, serta perubahan nomenklatur kepengurusan AIPI Cabang Manado menjadi AIPI Provinsi Sulawesi Utara.
Steven Kandouw dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Pusat AIPI yang berkenan hadir dan melantik Pengurus Cabang AIPI Sulut.
“Semoga kita mampu memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi terhadap fakta-fakta yang dihadapi masyarakat saat ini. Kita tidak pernah kehilangan kontak dengan realitas. Saya percaya AIPI Indonesia maupun Sulut akan menjadi purified yang menjaga politik betul-betul politik yang suci. Terima kasih teman-teman yang bersedia dilantik,”ujar Wakil Gubernur Sulut ini.
Di moment itu, Kandouw juga memberikan penegasan tentang keberadaan dirinya memimpin AIPI Sulut. Keberadaan AIPI di Sulut tidak hanya menghadapi agenda politik, tetapi mengatur kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, “Secara pribadi. Khusus di AIPI Sulut, saya menempatkan diri sebagai cendekiawan politik, bukan alat politik dalam rangka mewujudkan politik substansial.”ujarnya kepada sejumlah wartawan usai pelantikan.
Sebelumnya, Ketua Umum AIPI Pusat, Dr. Alfitra Salam memberikan apresiasi kepada AIPI Sulut dibawa kepemimpinan Steven Kandouw. Alfitra menilai AIPI Sulut paling berprestasi se-Indonesia karena mampu menunjukan kolaborasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah. “AIPI Sulut juga paling aktif. Ini ditunjukkan dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan selama ini,”ucapnya.
Pj Sekdaprov Sulut mewakili Gubernur Olly Dondokambey hadir membuka kegiatan. Atas nama Pemerintah, Praseno menyampaikan apresiasi kepada AIPI Sulut yang nakhodai Steven Kandouw yang telah banyak berkontribusi pemikiran bagi pemerintahan di Sulawesi Utara.
“AIPI Sulut telah juga berperan dalam memberikan pendidikan politik di Sulawesi Utara, sehingga boleh menjadi laboratorium demokrasi dan laboratorium perpolitikan di Indonesia,”paparnya.
Sementara itu, Ferry Liando menilai Steven Kandouw berhasil dan sukses memimpin AIPI Sulut pada periode pertama kepemimpinannya.
“Sebagai Ketum, beliau tidak membatasi kader-kader yang aktif di AIPI, sehingga mereka ada di semua lini. Ketum juga tidak pernah melarang atau membatasi kader-kader AIPI untuk memberikan pendapat. Tidak pernah,”terang Liando politisi jebolan FISIP Universitas Indonesia (UI) ini.
Ketum AIPI Pusat, Alfitra Salam melantik sejumlah pengurus diantaranya Clay Dondokambey, Dr Novie Pioh, Dr Max Rembang, Melky Pangemanan, Dr Fitry Mamonto, Dr Going Tumbel, Dr. Jemmy Kumendong, Dr Jimmy Ringkuangan, Cristian Iroth, Susanto Amisan dan sejumlah akademisi di Sulut, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Komisariat (PK) Minaesa, PK UNPI dan PK UTSU oleh Steven Kandouw sebagai Ketua Umum AIPI Sulut.
Sekedar diketahui, para ilmuwan politik tersohor nasional menjadi pendiri dan pengurus AIPI diantarnya Prof Dr Miriam Budiarjo, Prof Dr Alfian, Prof Dr Ikrar Nusa Bakti, Prof Dr Valina Singka, Prof Dr Syamsuddin Haris, Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, Prof Dr Firman Noor, Prof Dr Saiful Mujani, Dr. Gunawan Suswantoro, Dr Burhanudin Muthadi, Dr Nico Harjanto, Dr Philip Vermonte dan tokoh-tokoh lainnya.(RR/*)







