Manado, Exploresulut.com — Komitmen Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk memajukan dunia olahraga di daerah ini tidak main-main.
Buktinya, untuk revitalisasi sarana dan prasarana olahraga, khususnya sepak bola, Pemprov Sulut telah menganggarkan dana sebesar Rp 52 Miliar untuk pembenahan Stadion Klabat Manado.
Hal ini terungkap dalam diskusi JIPS bersama panitia Liga 4 Piala Gubernur Sulut, Kamis (23/4/2026), pada kegiatan bertajuk “Ngobrol Pinter Bareng JIPS”.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut, Audy Pangemanan, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut telah tersedia dan dibahas dalam rapat bersama.
“Anggarannya memang sudah ada. Saya sudah ikut rapat bersama Sekprov dan itu sudah disampaikan,” ujar Audy, didampingi Kasubbag Umum Dispora Sulut, Alan Mandey.
Menurutnya, revitalisasi Stadion Klabat akan difokuskan pada pemenuhan standar internasional, termasuk fasilitas pendukung yang sesuai dengan ketentuan FIFA.
Beberapa aspek yang akan dibenahi antara lain sistem pencahayaan stadion, ruang ganti pemain, hingga terowongan (tunnel) pemain.
“Kalau ingin menggelar event internasional, tentu harus memenuhi standar minimal FIFA. Lampu harus sesuai standar lux, begitu juga ruang ganti dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Audy juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, terutama setelah euforia pertandingan di Stadion Klabat beberapa waktu lalu.
“Energinya luar biasa. Ini momentum bagi kita semua untuk bersatu memajukan olahraga, terutama sepak bola,” katanya.
Ia menegaskan, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan olahraga, termasuk pembenahan fasilitas yang telah diakomodasi dalam APBD tahun ini dan akan dikerjakan secara teknis oleh Dinas PUPR.
“Kalau masyarakat sehat, pasti bahagia. Kalau bahagia, pasti sejahtera. Itu kuncinya,” tambah Audy.
Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Sulut, Fiko Onga, mengakui bahwa rencana revitalisasi Stadion Klabat saat ini masih menghadapi kendala terkait persoalan lahan.
Namun, proses penyelesaiannya terus diupayakan agar anggaran yang telah disiapkan bisa segera digunakan.
“Kalau masalah lahannya tidak selesai, anggaran tidak bisa dipakai. Tapi ini sementara berproses dan Pak Gubernur konsisten ingin revitalisasi dilakukan tahun ini,” ujarnya.
Fiko menyebut, jika tidak ada hambatan berarti, revitalisasi ditargetkan rampung pada September hingga Oktober 2026.
Target tersebut disesuaikan dengan rencana besar pemerintah untuk menghadirkan event berskala internasional di Stadion Klabat.
“Kalau kita revitalisasi tapi tidak ada event, mau diapakan? Jadi ini paralel, sambil benahi stadion, Pak Gubernur juga berupaya menarik event internasional,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak terkait sudah berjalan cukup serius.
Bahkan, ada peluang Sulawesi Utara menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola internasional kategori usia U-19.
“Kalau ini terealisasi, akan jadi sejarah. Kita bisa menyaksikan negara-negara bertanding di Stadion Klabat,” katanya.
Revitalisasi stadion nantinya diharapkan mencakup seluruh aspek, mulai dari perbaikan pagar, tribun utara dan selatan, atap tribun utama, hingga kualitas rumput dan sistem pencahayaan.
“Semua itu sudah termasuk dalam anggaran Rp52 miliar. Kita berharap prosesnya bisa berjalan cepat,” pungkas Fiko.
Diskusi JIPS ini menjadi momentum penting dalam mendorong sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga, sekaligus memastikan bahwa pengembangan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan prestasi dan penyelenggaraan event berskala besar di Sulawesi Utara.(RR)







