MANADO- Fungsi kontrol serta pengawasan dari guru dan orangtua sangat diperlukan dalam penerapan penggunaan gawai atau handphone bagi anak-anak sekolah.
Hal itu diungkapkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Peter Bart Assa pada Acara Talk Show Tabea Manado, Kamis (16/4/2026) di Pemkot Manado.
Kata Assa, perlunya peran serta guru dan orangtua untuk mengingatkan anak-anak agar menggunakan gawai secara baik.
Pada acara yang dimoderatori oleh Felix Panelewen, Kadis Assa memaparkan keinginan Pemerintah agar anak-anak kembali fokus belajar, kembali bersosialisasi secara nyata, dan terhindar dari dampak negatif gawai yang berlebihan.
“Penerapan larangan gawai dilingkungan sekolah, diimbangi dengan kebijakan kewajiban setiap sekolah untuk menyediakan loker untuk menyimpan gawai,” imbau Assa.
Selain itu, kata Assa, akan ada pemasangan CCTV disetiap sekolah, dengan tujuan untuk mengontrol jalannya aturan.
Kadis Assa juga mengandalkan kepercayaan kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru dalam menerapkan aturan kepada siswa.
“Ketrampilan guru mengajar juga mempengaruhi siswa menggunakan gawai secara berlebihan, guru juga dituntut berkreatifitas dalam mengajar,” jelasnya.
Terkait sanksi apabila ada siswa yang melanggar aturan, Kadis Assa menyatakan, akan ada sanksi edukatif yang proporsional.
“Untuk guru juga ada sanksi bila melanggar aturan, yaitu sanksi disiplin lewat penilaian kinerja,” ucapnya.
Dia berharap kontribusi semua pihak untuk mendidik anak dalam penggunaan gawai dan internet secara bijak.(yanes)







