Warga Minta Polda-Kejaksaan Lidik Proyek Drainase di Malalayang

Manado496 Dilihat

MANADO- Proyek peningkatan saluran drainase di Kelurahan Malalayang Satu, tepatnya di sepanjang depan Kompleks Gereja GMIM Kalvari, diduga bermasalah.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan pengerjaan proyek drainase yang terkesan amburadul dan terindikasi tidak selesai dikerjakan.

Padahal proyek yang dianggarkan pada APBD Kota Manado tahun 2025 lalu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Manado ini nilainya mencapai miliaran rupiah.

Dari pantauan dilapangan, proyek yang dikerjakan dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp1.968.214.000 dikerjakan CV Jechy Ailsie.

Tak heran, sejumlah tokoh masyarakat meminta proyek ini perlu diselidiki aparat hukum dalam hal ini Polda Sulut maupun pihak Kejaksaan.

Kepada wartawan, Forum Pengawas Anti Korupsi Sulut Lucky Maxwel mendesak pihak jajaran Polda Sulut maupun Kejaksaan Tinggi mengusut dugaan penyimpangan yang terjadi pada proyek tersebut.

“Kami menduga ada masalah dalam pengerjaan proyek yang bernilai miliaran rupiah ini. Apalagi, proses pengerjaan tidak selesai sesuai dengan yang tercantum pada papan proyek,” tegas Lucky.

Alasannya, sesuai papan proyek, pelaksanaan pada tanggal 15 Agustus 2025 dan diselesaikan selama 120 hari kalender. Namun buktinya dilapangan tidak sesuai.

Apalagi saat ini Jemaat GMIM Kalvari Malalayang mengeluhkan tidak bisa menggunakan tangga utama depan gedung karena setelah dibongkar tidak diperbaiki kembali. Sehingga, akses masuk ke gereja melalui pintu depan belum dibuka.

“Tim investigasi kami akan segera bergerak ke lapangan mengumpulkan alat bukti, jika menyalahi prosedur kami akan membawanya ke ranah hukum. Kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Akibat pengerjaan proyek ini banjir melalui luapan air dari dalam drainase yang dikerjakan hingga membuat banjir dan berimbas ke rumah warga. Ini terjadi pada Sabtu, 14 Februari akhir pekan lalu.

Tonny Leonardo, salah satu warga setempat mengatakan, rumahnya terkena imbas dari amburadulannya proyek itu. “Rumah saya kebanjiran, dulunya tidak seperti ini. Kalau begini siapa yang harus bertanggungjawab?,” tanya dia.

Tambahnya lagi, pagar pintu utama ke gereja belum bisa berfungsi akibat kacaunya pengerjaan proyek. Akses ke dalam gereja saat beribadah pun kata dia terganggu sehingga kenyamanan anggota jemaat untuk beribadah sangat terganggu.

Tambahnya lagi, pagar pintu utama ke gereja belum bisa berfungsi akibat kacaunya pengerjaan proyek. Akses ke dalam gereja saat beribadah pun kata dia terganggu sehingga kenyamanan anggota jemaat untuk beribadah sangat terganggu.

Kadis PUPR Kota Manado Jhony Suwu, saat dikonfirmasi mengarahkan langsung untuk menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Silahkan hubungi PPK nya pak Reiner,” sebut Kadis, via layanan Whatsapp.

Rainer Pangemanan, selaku Kepala Bidang di Dinas PUPR Manado yang menjadi PPK proyek tersebut saat dikonfirmasi memberikan arahan untuk menghubungi pihak kontaktor pelaksana. “Coba hubungi dorang dua,” sebut Kabid sambil memberikan nama Moko dan Ekel. Meski begitu, Rainer menjamin bahwa proyek tersebut pasti akan diselesaikan.

“Pekerjaan disana kurang mo finishing…. statusnya so masa denda sebab nnt klar so lewat TA. Pdhl itu drg so perbaiki…. tapi kan namanya bencana.. biar le bkg ulang…pas ujang banjir ulg pasti rusak lagi. Msh tahap finishing minggu berjln kong tiba2 so banjer, tapi pasti dorang akan perbaiki,” jamin Reiner via layanan Whatsap.

Dia juga menambahkan, terkait masa pelaksanaan sejak tanggal 15 Agustus 2025 dan berakhir sekitar tanggal 12 – 14 Desember 2025, dikarekanan belum selesai maka pihak pelaksana bermohon perpanjangan.

“Torang Adendum Waktu smp 31 Des 2025 tapi nda dicairkan 100% cuma 80%.

Berhub Januari so tahun anggaran yg baru & sesuai Perpres & termuat jg dlm Kontrak drg bisa dpt PEMBERIAN KESEMPATAN utk menyelesaikan pekerjaan selama 50 Hari Kalender tapi sudah dikenakan DENDA sebesar 1/1000 x Jmlh Bagian Kontrak yg belum diselesaikan x Jmlh Hari Terlambat,” tulis Kabid.

Pelaksana proyek bernama Ekel, saat dihubungi membenarkan pengerjaan tersebut milik mereka. Bahkan secara gentel dia mengaku ada kesalahan pengerjaan yang terjadi di depan pintu gereja. “Benar memang ada kesalahan saat alat berat kami bekerja, tangga depan gereja sempat terkena alat berat sehingga rusak. Tapi pasti kami akan memperbaiki semua itu, esok pekerja kami akan segera melakukan perbaikan. Soal rumah yang terkena banjir juga kami perlu mempelajarinya lagi apakah itu imbas dari pengerjaan proyek, makanya kami perlu lihat lagi ke lapangan,” tegasnya.

Sementara soal pengerjaan yang dikatakan sudah lewat waktu diapun membantahnya dengan memyebut kalau pekerjaan itu sudah selesai, hanya saja ada beberapa yang akan dilakukan finishing. “Untuk pengerjaan drainase semua sudah selesai, memang kami sedikit terhambat karena persoalan hujan. Tapi semua pasti akan kami selesaikan,” jaminnya.()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *