POPNAS XVII JAKARTA 2025, Pencak Silat Putra Sumbangkan Emas Pertama Bagi Sulut

Jakarta – Tim POPNAS XVII Sulawesi Utara (Sulut) memperoleh medali emas pertama. Medali ini disumbangkan oleh Ibrahim Putra Sultan dari Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Putra.

Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Senen Jakarta Pusat, Sabtu 8 November 2025, tersebut Ibrahim yang bermain di kelas 43-47 Kilogram Putra meraih kemenangan pada partai final dari pesilat Ariasa Saputra asal Tim POPNAS Kepulauan Riau (Kepri).

Pertandingan yang baru berjalan pada menit pertama di Babak Pertama, pesilat Kepri menunjukan permainan yang cukup keras. Buktinya, dirinya harus mendapat potongan poin dari wasit karena melakukan perlanggaran. Hal ini membuat poin Ibrahim menyamai poin Ariasa menjadi 9 sama.

Namun, setelah mendapat potongan poin tersebut, gerakan tendangan melingkar pesilat Kepri tersebut tepat kena di bagiam terlarang di kepala tepatnya di rahang belakang dari pesilat Sulut.

Akibatnya, pesilat Ibrahim harus tersungkur dan sempat tak sadarkan diri. Dari hasil pemeriksaan tim medis pertandingan itu, pesilat asal Sulut ini tidak bisa melanjutkan pertandingan dikarenakan cidera yang cukup parah.

Wasit pun langsung mengambil keputusan dengan mendiskualifikasi pesilat Ariasa Saputra dari pertandingan tersebut. Dengan demikian, pesilat asal Sulut, Ibrahim Putra Sultan keluar sebagai pemenang pada partai final tersebut dan meraih medali emas di ajang POPNAS XVII Jakarta 2025.

Ibrahim pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit RSUD Kemayoran untuk mendapat penanganan medis lanjutan.

Menurut Pelatih Pencak Silat Putra Sulut, Kasman Hulungi, dari hasil pemeriksaan tim dokter di RSUD Kemayoran, pesilat Ibrahim mengalami memar dan pembengkakan di bagian leher samping kanan dan rahang bawah.

“Kami masih akan terus memantau status kesehatan dari Ibrahim akibat kejadian ini. Kami berharap Ibrahim tidak mengalami cidera yang berkepanjangan,” tuturnya.(RR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *