Manado, Exploresulut.com – Komitmen memperkuat perdagangan antar daerah dan membuka peluang investasi yang saling menguntungkan kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan strategis tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr Victor Mailangkay SH MH yang didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan AP MSi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikno, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim, serta mempertemukan ratusan pelaku usaha, asosiasi bisnis, BUMD, dan instansi pemerintah dari kedua provinsi.
Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE yang dibacakan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, ditegaskan bahwa Misi Dagang memiliki arti strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kinerja perdagangan domestik, memperluas jaringan pasar produk unggulan daerah, dan memperkuat kerja sama perdagangan antarpulau sebagai instrumen penting mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Upaya mempertemukan pelaku usaha dari berbagai daerah merupakan langkah yang sangat tepat untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal Indonesia,” ujar Victor membacakan sambutan gubernur.
Ia mengapresiasi kehadiran sekitar 58 pelaku usaha dari Jawa Timur yang dipertemukan dengan sekitar 100 pelaku usaha dan instansi terkait di Sulawesi Utara. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi bisnis, memperluas jejaring pemasaran, menjajaki peluang investasi, memperkuat rantai pasok antarwilayah, sekaligus menghasilkan transaksi perdagangan yang saling menguntungkan.
“Misi Dagang bukan sekadar agenda seremonial ataupun pertemuan bisnis biasa. Ini adalah strategi penting memperkuat pasar dalam negeri agar semakin dikuasai produk-produk lokal Indonesia,” katanya.
Victor juga menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki berbagai potensi unggulan yang siap dikembangkan melalui kemitraan dengan daerah lain. Sebagai gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Sulut memiliki posisi strategis dalam pengembangan perdagangan, investasi, logistik, dan ekspor.
Potensi tersebut antara lain sektor perikanan dan kelautan dengan komoditas unggulan tuna, cakalang, dan hasil laut lainnya, sektor perkebunan seperti kelapa, pala, dan cengkih, hingga sektor pariwisata yang terus berkembang dan dikenal hingga mancanegara.
“Jawa Timur memiliki kekuatan pada sektor industri, manufaktur, perdagangan, logistik, dan jaringan distribusi yang luas. Sementara Sulawesi Utara unggul pada sektor sumber daya alam, perikanan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Kedua daerah ini saling melengkapi sehingga kerja sama yang dibangun memiliki peluang besar menghasilkan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa berbagai kesepakatan yang ditandatangani harus ditindaklanjuti secara konkret melalui peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan UMKM, penguatan industri pengolahan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Usai kegiatan, Victor Mailangkay berharap kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2022 dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat pada tahun-tahun mendatang.
“Kami berharap apa yang sudah dibuat dalam perjalanan kerja sama ini akan terus ditindaklanjuti. Bukan hanya dari tahun 2022 sampai 2026, tetapi setiap tahun. Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh pelaku usaha yang telah berpartisipasi. Konektivitas antar daerah seperti ini akan memperkuat ekonomi nasional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menilai Sulawesi Utara memiliki potensi ekonomi yang sangat besar baik dari sektor daratan maupun maritim.
Menurut Emil, Sulut memiliki komoditas unggulan seperti cengkih, kelapa, dan berbagai hasil pertanian dataran tinggi, termasuk kawasan Modoinding. Namun yang lebih besar lagi adalah potensi sektor kelautannya mengingat sebagian besar wilayah Sulawesi Utara merupakan kawasan maritim.
“Potensi laut Sulawesi Utara luar biasa. Tadi ada komoditas tuna yang kemudian diolah di Jawa Timur. Ini contoh bagaimana kedua daerah sangat komplementer dan saling melengkapi. Sulawesi Utara diberkati dengan kekayaan alam, sementara Jawa Timur hadir sebagai saudara sebangsa yang ingin maju bersama-sama,” ujarnya.
Emil mengungkapkan bahwa nilai transaksi dalam Misi Dagang Jawa Timur-Sulawesi Utara terus menunjukkan peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2022 tercatat sekitar 58 transaksi dengan nilai Rp158 miliar, maka pada tahun 2026 komitmen transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,74 triliun.
“Namun angka ini adalah komitmen yang harus direalisasikan. Karena itu kita perlu mengawal seluruh proses kerja sama agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya konsep “Gerbang Baru Nusantara” yang diusung Jawa Timur sebagai semangat kerja sama yang saling menguntungkan atau win-win solution. Menurutnya, Jawa Timur dengan kekuatan manufaktur dan jaringan distribusi yang luas dapat bersinergi dengan Sulawesi Utara yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan Pasifik.
“Kota Bitung memiliki posisi yang sangat baik untuk menjangkau Filipina dan kawasan Pasifik. Sementara Jawa Timur dapat menjadi penghubung ke pasar Singapura, Asia Selatan, Afrika, hingga Eropa. Ini adalah hubungan yang saling melengkapi,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr Iwan MM, melaporkan bahwa Misi Dagang di Sulawesi Utara merupakan pelaksanaan keempat sepanjang tahun 2026 setelah Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah.
Menurutnya, sepanjang tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan 11 pelaksanaan misi dagang di dalam negeri dan tiga kegiatan di luar negeri. Sejak tahun 2019 hingga 2026, kegiatan di Sulawesi Utara menjadi Misi Dagang ke-52 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Peserta yang hadir sebanyak 158 pelaku usaha, terdiri dari sekitar 100 pelaku usaha Sulawesi Utara dan 58 pelaku usaha dari Jawa Timur. Komoditas yang ditransaksikan meliputi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, industri pangan, tekstil, kerajinan, jasa, hingga investasi,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara perangkat daerah dan asosiasi pelaku usaha sebagai tindak lanjut hubungan ekonomi yang telah terjalin sejak Misi Dagang Jawa Timur di Manado pada tahun 2022.
Iwan berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat daya saing kedua daerah sekaligus menghadapi tantangan ekonomi global melalui penguatan konektivitas perdagangan dan investasi yang berkelanjutan.
“Harapan kami, misi dagang dan investasi ini berjalan lancar dan semakin memperkuat daya saing kedua provinsi, sehingga mampu menghadapi berbagai dinamika ekonomi global yang terjadi saat ini,” pungkasnya.(*/RR)















